Jumat, 22 Juli 2022
Marah dan Benci
Senin, 18 Juli 2022
Hidup Untuk Siapa
Ada banyak hal yang membuatku berpikir keras mengenai apa dan bagaimana kehidupan ini berjalan. Terutama ketika aku mencoba mendengar lebih seksama, menatap lebih lama mata-mata orang-orang yang berlalu lalang di sekitarku. Aku hampir seperti anak kecil yang berharap untuk diajarkan tentang apa dan bagaimana hidup ini membuatku tumbuh lebih besar.
Mengapa orang-orang masih bernapas meskipun tersendat-sendat? Mengapa orang-orang tidak mencekik dirinya sendiri beberapa ketika hidup membuat dadanya terasa terjepit? Bagaimana hidup di hati mereka? Hidup ini untuk siapa?
Begitu banyak pertanyaan tidak masuk akal diam-diam memenuhi kepala. Tidak tahu kemana dan dimana ia mampu menemukan jawaban. Ia selalu ada dan tumbuh lebih banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan.
Mereka bilang jangan terlalu sibuk bertanya dan mencari jawaban. Hiduplah apa adanya. Temuilah senyata apa yang terlihat mata. Yang bersemayam di otak hanya imajinasi saja. Yang tidak nyata tidak pantas dipertahankan terlalu lama, katanya... Katanya...
Pertanyaan terbesarku tetap saja, lagi-lagi...
Mengapa aku melakukan semua ini? Mengapa aku harus melakukan semua ini? Hidupku untuk siapa?
Kamis, 12 Mei 2022
Seorang Anak Tidak Bisa Memilih
Menjadi seorang anak adalah takdir manusia yang tidak bisa diubah sama seperti hari kematian. Diantara banyak kisah yang aku temukan hari ini. Kecelakaan tragis di dekat tempat kerjaku. Kematian tragis karena salah minum obat. Maupun kisah pemilik rumah yang sangat culas dengan kedok bersedekah.
Ada kisah seorang anak yang berjuang untuk orangtuanya, namun selalu dikecewakan. Ada sebuah kebaikan yang kasat mata. Ada malam tanpa tidur untuk menjaga agak sang ibu tidak kurang apapun saat sakit. Ada ketakutan jika ajal sudah mengetuk pintu sang ibu yang tua renta.
Hari ini begitu banyak kisah yang aku terima. Ada kisahku yang mengawali dengan perasaan marah luar biasa karena orangtuaku. Mungkin aku adalah anak durhaka. Aku bukan malin kundang yang sukses lantas lupa orangtuanya. Aku hanya salah satu dari sekian banyak anak yang dilahirkan hanya untuk mendengarkan betapa menyusahkannya diriku untuk dilahirkan dan dibesarkan. Aku hanya salah satu dari sekian banyak anak yang bertanya-tanya, mengapa aku tidak dilahirkan di dalam keluarga yang benar-benar bersyukur atas kelahiranku?
Ada begitu banyak kisah hari ini. Di sekian banyak kisah itu, aku ikut bersimpati dengan seseorang yang memiliki kisah hampir sama denganku. Kebaikannya tidak pernah dianggap oleh orangtua sendiri. Dia memilih untuk terus berbakti. Aku memilih untuk mulai menghitung. Dia memilih untuk tetap menyayangi orangtuanya. Aku memilih untuk membenci.
Tidak banyak orang mampu mengerti rasa sakit seumur hidup karena selalu diingatkan, saat melahirkanmu semua orang sangat menderita, saat kamu bayi aku harus mengganti popokmu dan itu sangat menyusahkan, kamu sudah cukup mendapat kasih sayang, kini saatnya adik-adikmu. Seolah-olah semua rasa cinta dan perhatian untuk anaknya hanya berhenti saat adikku lahir. Itu sangat kejam.
Seorang anak tidak bisa memilih, karena seorang anak tidak lantas mendapat kemerdekaan yang diinginkannya begitu dia lahir. Seorang anak harus melewati perintah demi perintah, kewajiban demi kewajiban karena takut mengecewakan orangtuanya. Saat ia sudah merdeka dengan membawa sejumlah uang, ada dua pilihan di genggamannya. Memilih untuk bahagia di jalannya sendiri atau terus berada dalam nestapa orangtuanya.
Rabu, 11 Mei 2022
Yang Teristimewa
Tahukah kamu, ada seseorang yang pernah bersumpah untuk melihatku menderita seumur hidupku. Ada seseorang yang benar-benar berharap aku jatuh dalam nestapa. Menangis dan bersedih seumur hidupku. Sebelum bertemu denganmu, aku benar-benar percaya bahwa aku tidak pernah pantas bahagia.
Kamu membuat semuanya terasa mungkin terjadi. Aku yang lebih mempercayai kemungkinan buruk dan hampir selalu ketakutan untuk berandai-andai keajaiban. Aku yang menciptakan neraka dari dalam otakku sendiri. Kemudian, bertemu dengan kamu yang melihat dunia dengan begitu banyak kebaikan dan ketulusan.
Aku begitu muak mendengar lirik lagu cinta. Namun, saat memikirkanmu. Aku ingin terus menyanyikan semua romansa picisan di dunia ini. Karena kamu begitu berharga. Aku ingin menghargaimu sebagai laki-laki yang mampu memperlakukanku dengan rasa hormat. Terlepas bagaimana aku diperlakukan di masa lalu. Terlepas bagaimana perilakuku di masa lalu. Kamu tetap di sana, tidak beranjak kemana-mana.
Tidak cukup sajak dan puisi untuk menggambarkan betapa aku sangat menyayangimu. Aku mencintaimu dengan merdeka. Seperti elang yang dibiarkan terbang ke cakrawala dan kembali ke rumahnya tanpa berbelok arah. Seperti pohon teduh di siang hari, aku ingin melindungimu tanpa harus menyakitimu. Kamu adalah sahabat sejati yang aku inginkan untuk terus menggenggam tangannya hingga kulit ini berubah menjadi keriput.
Selasa, 10 Mei 2022
Bila Hari Ini Adalah Terakhir Kali
Ketika kehidupan menemui ujung. Akankah ada hal-hal yang membuatku tersenyum. Apakah aku dapat pergi dengan tenang dan berkata aku sudah melakukan semua hal menyenangkan di dunia? Apa yang ku inginkan? Apa yang membuatku bahagia? Aku masih belum menemukan jawaban apapun.
Kehidupan yang kini ku jalani seperti seolah diatur sedemikian rupa tanpa kehendakku. Tidak ada yang benar-benar mengerti perasaan seolah kamu berjalan di jalan yang tidak kamu kehendaki. Meskipun, mungkin yang tidak perasa sedang mengalami hal yang sama.
Bila hari ini adalah saat terakhir kali, kita semua rasanya ingin mangkir dari bayangan buruk ini. Ketidaksiapan dengan pemikiran bahwa suatu saat semuanya adalah cerita dan kenangan merupakan bukti bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar hidup. Kita semua tahu ada keabadian yang menanti, namun kita memilih untuk berkhayal bahwa semua yang kita lihat dan rasakan sekarang selamanya. Di dunia yang fana, seharusnya ada pelarangan kata selamanya. Ilusi. Hobi sekali berkhayal.
Aku akan belajar dan mencari tahu, apa yang membuatku pergi dengan nyaman bila hari ini adalah terakhir kali? Aku sudah lama hidup dengan penyesalan, aku tidak mau dibangkitkan dari kematian dengan perasaan yang sama. Termasuk membenci orang-orang yang sama. Termasuk sulit memaafkan orang-orang yang sama.
Selasa, 26 April 2022
Anak Kecil Yang Sukar Berteman
Anak kecil itu berjalan mencari teman, dia katakan kepada diri sendiri bahwa dirinya tidak akan bermain sendirian hari ini. Selama ini dia selalu dijauhi oleh oranglain karena berusaha menjadi dirinya sendiri. Dia bertanya, mengapa mereka menjauh. Mengapa tidak ada yang mengatakan apa yang tidak dia punya dan mereka inginkan darinya. Dia sangat penasaran tentang isi hati anak-anak lain yang tidak mau berteman dengan dirinya.
Anak kecil bertemu dengan seorang gadis kecil lain yang sedang bermain sendirian begitu asyiknya. Dia penasaran bagaimana gadis kecil itu bisa terlihat baik-baik saja tanpa oranglain. Sepertinya dia tahu mainan apa saja yang dia suka sehingga kenyataan bahwa oranglain tidak mau bermain dengannya tidak membuatnya murung. Tidak seperti si anak kecil. Hatinya begitu kecil, mengetahui harga dirinya terletak dari seberapa besar teman yang dia punya.
Anak kecil kembali berjalan. Dia bertemu 2 orang gadis kecil yang saling bercanda. Dia sangat iri dan berharap agar mampu ikut bergabung ke dalam lelucon mereka. Si anak berusaha membaur. Kedua gadis kecil ini begitu pintar untuk seusianya. Tidak seperti anak kecil yang menghabiskan hidupnya untuk hidup tanpa tahu siapa dirinya. 2 orang gadis kecil ini terlihat seperti orang dewasa yang bijaksana. Mereka tahu apa yang dia inginkan di semestanya. Anak kecil tertinggal. Sekali lagi. Dia ditinggalkan karena dia tidak cukup... baik.
Anak kecil menghentikan jalannya. Dunianya begitu suram. Dia mulai membenci semua orang. Kembali ditinggalkan. Mengulang perjalanan. Hidup bagi si anak adalah hal mengerikan. Anak kecil tumbuh menjadi sosok yang benci keramaian. Dia mengusir semua kebahagiaan yang datang padanya. Di dalam pikirannya, dia tidak pernah cukup baik untuk hidup.
Kamis, 24 Maret 2022
If It's Good To Be True, (Maybe) It Ain't True
Rabu, 02 Maret 2022
Teruntuk Kamu
Selasa, 18 Januari 2022
Gak Jelas Part Kesekian
Setelah berhadapan dengan luka, aku memiliki kebiasaan baru yang sangat random. Kebiasaanku yang sekarang yaitu menonton video-video yang bertema "7 Alasan Hubunganmu Tidak Berhasil", atau "10 Alasan Kamu Harus Keluar dari Toxic Relationship", dan lain sebagainya. Kebiasaan ini lahir setelah aku mulai mendalami hal-hal yang berbau psikologi. Aku sangat ingin mengetahui isi kepalaku sehingga menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru.
Aku ingin secara tidak sadar membentengi diriku sendiri dari hal-hal yang mampu meracuniku dari dalam diriku sendiri. Aku juga tidak ingin menjadi perempuan naif yang mudah terpedaya oleh hal-hal artifisial seperti jatuh... cinta. Jatuh cinta seperti perilaku manipulatif yang membuat mu terbang sesaat dan menghantammu untuk memahami semua kenyataan hidup yang pahit.
Yang terjadi adalah aku seringkali cocokologi atas apapun yang berlangsung di sekitarku. Mengira-ngira apakah yang sedang terjadi adalah hal baik atau buruk untuk kesehatanku. Memperkirakan bagaimana aku akan kecewa dan sebagainya.
Namun, aku juga sangat sering menonton sambil bengong. Aku sibuk memikirkan hal lain dan pembicara di dalam video terus berkata omong-kosong yang aku tidak mau resapi. Pasti kalian juga sering merasa tubuh kalian sedang mengerjakan sesuatu, tapi raga kalian terus sibuk entah kemana.
Dan sekali lagi, hari ini, aku sudah menulis hal-hal yang tidak penting lainnya. Aku rasa hampir 95% ocehanku sangat amat tidak penting. Apalah arti blog ini kalau bukan untukku membicarakan sampah-sampah di otakku. Hahaha
Jumat, 31 Desember 2021
Teman Ngobrol = Teman Hidup (?)
31 Desember 2021
2022 terasa mengerikan di kepalaku. Ada banyak skenario-skenario aneh yang memenuhi kepalaku seperti biasanya. Tapi, akhir-akhir ini hariku sangat menyenangkan. Ada seorang laki-laki baik, teman lama yang mengenalku dengan cukup baik sejak kami berusia 12 tahun. Teman bercanda dan teman ngobrol di waktu-waktu senggang. Ada banyak cerita yang mengalir begitu saja bersamanya. Waktu berjalan cepat dan aku menyukai sensasi rasa aman saat bersamanya. Aku tidak perlu berpura-pura manis atau dituntut menjadi gadis normal. Dia melihatku sebagai aku.
Aku percaya setiap perempuan seharusnya layak untuk dicintai dengan penuh rasa hormat terlepas bagaimana masa lalunya. Setiap perempuan layak untuk bertemu dengan laki-laki yang melihatnya sebagai manusia seutuhnya. Bukan sekedar pemuas nafsu saja, namun juga manusia yang kadangkala berbuat salah dan berperilaku menyebalkan.
Banyak diskusi yang terjadi dan aku menyukai bagaimana dia merespon setiap topik yang ku singgung dengan sangat baik. Beberapa yang lain sangat suka mengalihkan topik karena merasa tidak nyaman.
Setiap malam rasanya aku merapal doa yang sama. Betapa aku sangat mendambakan hubungan membosankan dengan laki-laki yang mampu mengetahui skema otakku dengan sangat baik. Dan semua ide untuk hidup dengan teman baik yang sudah kau kenal bertahun-tahun sepertinya bukan ide yang buruk. Hidup dengan teman baik yang dahulu pernah kau temui setiap hari di kelas yang sama saat kau SD hingga SMP. Membayangkannya membuat kami berdua tertawa saat kembali membahasnya. Hahahaha.
Bahkan aku sangat menyukai bagaimana dengan mengatakan,"Aku ingin bilang aku cinta sama kamu, tapi aku tau kamu akan tertawa". Dan dia tau dengan sangat baik bahwa aku memang tertawa. Aku tidak bisa mempercayai siapapun seumur hidupku, tapi dia membuatku mematahkan semua keraguan dan menjadi sangat yakin.
Semoga Allah SWT mempertemukan jalan kami berdua. Ugh, semoga dia tidak membaca blog ini. Hahahahaha
Kamis, 23 Desember 2021
Gatau, Random
Selasa, 07 Desember 2021
Layak Dicintai
Setiap orang layak untuk dicintai...
Begitu kata egoku...
Tapi tidak setiap orang mampu memberikan cinta terbaik dan mengekspresikan setiap kebaikan dalam cinta yang dimilikinya. Emosi yang dimiliki oleh rasa cinta katanya sangat positif. Lalu, apakah selama ini aku hanya belum benar-benar mencinta?
Aku sadar bahwa aku belum benar-benar bisa memberikan hal terbaik dan segala potensi positif kepada orang-orang yang aku sayang. Nafsu dan self-centered ini menahanku untuk berbuat lebih baik untuk memberikan perhatian dan bantuan tanpa berharap imbalan. Karena sepertinya, cinta adalah tentang bagaimana dapat memberi. Bukan tentang mendapatkan. Bahkan memiliki.
Setiap orang layak untuk dicintai...
Setiap orang yang hidup, bahkan bukan hanya manusia, namun semua makhluk hidup di muka bumi layak untuk dicintai...
Namun, cinta begitu tabu saat menyangkut kata, apa kau suka ini dan itu? Menyukai ayam goreng memaksamu membunuh satu nyawa ayam yang berharga. Namun menghargai hidangan ayam goreng juga membuatmu untuk tidak menyisakan satupun daging di meja makan dan bersyukur atas rasa yang tertinggal di lidahmu. Cinta adalah hal paling abu-abu yang tidak bisa dianggap seputih kertas. Begitulah setidaknya aku memandang cinta.
Cinta mungkin juga tentang kebohongan bahwa kamulah satu-satunya yang mampu membuatku nyaman. Lantas ketika dia tidak di depanmu dan hanya berjarak 30 km, kamu bisa memilih rasa nyaman dengan sosok yang lain. Cinta adalah omong kosong bagi beberapa yang lain. Namun, tetap saja... Setiap orang layak untuk dicintai...
Cinta juga merupakan serangkaian rasa sakit dan hati yang patah. Berjanji untuk selamanya namun ditinggalkan atas dasar bosan. Cinta adalah proses untuk bangkit dari berdua menjadi sendirian.
Dan...
Setiap orang layak untuk dicintai...
Merasakan setiap proses cinta dan terjatuh sedalam-dalamnya...
Hingga ada yang lupa bangkit, namun ada juga yang berdiri tegak dan menemukan diri sendiri seutuhnya...
Sabtu, 20 November 2021
Yang Benar-Benar Tinggal
Senin, 15 November 2021
Ketenangan Yang Fana
Rasa tenang itu katanya bisa kita dapatkan dengan berdoa dengan khusyu' kepada Allah. Ketenangan itu katanya ada pada saat kita bisa melihat diri kita sendiri tanpa ikut hanyut dalam emosi dan pikiran kita yang seperti ombak di lautan. Rasa tenang katanya juga bisa dalam bentuk lain rasa syukur dan cukup saat kita melihat ke sekitar.
Aku percaya setiap orang memiliki definisi rasa tenang sendiri. Bahkan meskipun rasa tenang yang mereka dapatkan adalah menghisap puluhan batang rokok, atau bahkan meneguk berliter-liter minuman keras. Aku tidak berhak menghakimi siapapun. Meskipun kenyataannya aku sangat membenci asap rokok.
Rasa tenang yang dulu ku dapatkan dengan tidur pulas sambil menangis. Ketenangan yang ku pikir dapat membuatku terlepas dari semua beban pikiran. Ketenangan semu yang tetap membuat napasku sesak.
Seperti seorang tawanan yang terbebas dari segala belenggu penderitaan. Aku mulai serius mencari arti tenang yang aku inginkan dalam hidupku. Aku berbicara. Aku mendengarkan. Aku mencoba memahami perspektif orang lain. Perjalanan hidupku yang tadinya ku anggap sangat memuakkan dan hanya sebatas mengelilingi semesta orang itu, akhirnya berbalik kembali kepadaku. Aku yang akhirnya punya kuasa atas diriku sendiri, akhirnya mampu berkuasa untuk mencari apa yang terbaik untukku. Termasuk, ketenangan itu.
Saat ini yang aku tahu pasti, aku sangat tenang melihat orang-orang terdekatku bahagia. Aku tenang saat aku bisa benar-benar hadir saat dikelilingi mereka yang aku sayang. Aku tenang saat mengerti bahwa semua pilihanku tidak harus menyenangkan semua orang.
Tapi...
Aku juga masih belum bisa tenang saat orang lain mulai mengkritik dan menjatuhkanku dengan kejam. Aku belum bisa tenang saat aku mendengar hal-hal keji tentang diriku yang aku tahu itu tidak benar. Aku belum bisa tenang saat aku belum menunjukkan kepada dunia bahwa aku orang yang kuat. Meskipun itu artinya mengakui bahwa aku juga manusia yang terkadang sangat tak berdaya.
Kalian sendiri bagaimana? Apakah kalian sudah menemukan ketenangan fana itu? Apakah kalian sudah belajar mengenai hal-hal yang membuat kalian begitu gelisah dan sangat tidak tenang?
Sabtu, 13 November 2021
Ketika Nanti Aku Bertemu Denganmu
Senin, 01 November 2021
Teror Demi Teror
Mungkin ini adalah kisah terakhir yang ingin aku bagikan kepada kalian semua. Kalian harus tahu aku juga manusia. Apabila semua kisah yang sudah diceritakan seolah membuatku seperti orang baik yang tidak pernah salah, maka kalian salah. Aku juga bermain peran menjadi orang jahat di dalam hubungan kami. Kejahatan itu terkadang dalam bentuk makian yang hanya berani aku utarakan tentu saja ketika kami jauh. Hahaha, aku tidak berani memakinya secara langsung. Meski mungkin sepertinya pernah aku lakukan.
Siksaan yang aku balas kepadanya adalah bentuk teror ketika dia tidak mengangkat telponku atau chat yang bertubi-tubi yang akan mengganggunya. Kata-kata ancaman putus untuk membuatku takut padaku.
Iya, rasa takut yang berusaha kami tumbuhkan seiring perjalanan hubungan ini. Bukan saling menghargai. Bukan kompromi. Bukan komunikasi. Tapi, rasa takut.
Saat aku mencoba menghubunginya saat terakhir kali dengan nomor lamanya, tujuannya untuk mengingatkan bahwa aku dikejar penagih hutang dari aplikasi online berkat dirinya. Tiba-tiba pesanku dibalas dengan atas nama orang asing bernama Vincent. Lol. Vincent bilang nomer itu dia dapatkan dari kecelakaan parah. Well.... Oke. Baiklah...
Aku hanya berpikir, kebohongan dan drama apa lagi yang berusaha dia tampilkan. Aku benar-benar muak.
Aku menghapus chat dan nomor itu segera. Dan... berhari-hari aku tetap diteror penagih hutang.
Lalu aku dekat dengan seorang laki-laki lain. Saat masalahku dengan mantan toksikku belum usai. Laki-laki baru ini terpaksa terseret dalam pusaran masalahku dengan mantanku. Benar-benar kekacuan yang sangat sempurna.
Entah masalah dimulai darimana. Semua begitu kacau. Aku hanya ingat bagaimana dia mencoba membobol akun google ku. Menyimpan kembali semua kontak ku dan mengetahui nomer baruku. Dia mencoba membobol akun whatsapp hingga telegram. Dia juga mencoba mendaftarkanku di aplikasi pinjaman online dan aplikasi aneh yang aku tidak tahu fungsinya menggunakan nomor hp ku.
Aku mencoba mencari bantuan dengan menghubungi kontak komnas yang membantu korban KGBO (Kekerasan Gender Berbasis Online) hingga di tahap aku harus membuat laporan dan mencantumkan bukti-bukti ancaman dan teror yang aku terima. Namun, aku akhirnya memutuskan berhenti mengingat dia mengaku sudah menikah. Lol. Dia mengatakan, untuk apa dia harus menggangguku lagi. Sungguh ironis.
Saat itu, aku mengasihani diriku sendiri karena harus bertahan dengan laki-laki seperti itu. Aku menyayangkan diriku sendiri yang tidak mampu melihat potensi dan kebaikan dalam diriku sendiri sehingga jatuh untuk laki-laki seperti dia. Semua proses laporan aku hentikan. Terornya sudah berhenti. Aku sudah yakin dia sudah memiliki perempuan baru di sisinya. Aku hanya berdoa semoga perempuan itu baik-baik saja.
Ada malam-malam dimana aku sangat ketakutan. Aku tidak bisa berhenti mengecek e-mail notifikasi bahwa akunku ada yang mencoba membobol lagi. Aku ketakutan setiap kali menerima telepon masuk terutama dari nomor asing.
Semua pada akhirnya sudah berlalu dan ketakutan-ketakutan itu tetap bersarang di tempatnya...
Tugasku saat ini adalah membantu diriku sendiri untuk pulih. Aku sudah mengalami hari-hari berat yang entah bagaimana bisa aku lewati. Aku mencoba mengatakan pada diriku sendiri, hei diri, kamu tahu, kamu sudah melakukannya dengan baik. Terimakasih atas kesediaannya untuk bertahan diriku... ❤
Minggu, 31 Oktober 2021
Menuju Akhir Kisah Hubungan Beracun
Jumat, 29 Oktober 2021
Selama 5 Tahun Itu...
Jumat, 22 Oktober 2021
Ini Aku (Yang Baru)
Hai,
Sudah sangat lama tidak menyapa blog ku dengan hati yang ringan dan lebih jernih dalam berpikir. Banyak hal sudah terjadi dan Allah SWT memberikan banyak kebaikan dalam hidupku hingga aku berada di moment dimana aku bisa menikmati hujan dan lagu kesukaanku. Moment sederhana dan biasa saja tapi sangat menenangkan dan menghiburku. Tidak ada siapapun yang menemaniku saat ini. Hanya diriku sendiri duduk di depan laptop baru yang ku putuskan untuk ku beli karena memang sedang butuh. Semua dengan pertimbangan dan konsekuensi yang aku tanggung sendiri. Agak menyebalkan menjadi dewasa, karena pengelolaan uang yang buruk dan kebiasaan konsumtif akhirnya membuatku harus menyicil.
Bagaimana kabar kalian? Apakah ada yang berbeda dari hari-hari kalian? Apa kalian sedih hari ini? Apakah ada hal yang membuat kalian tersenyum senang dengan hati yang hangat? Aku ingin tahu.
Jujur saja akhir-akhir ini aku ingin bisa menangis. Setiap kali aku merasa sangat malu atas diriku sendiri. Aku merasa sesak dan ingin sekali menangis. Entah kenapa, tidak ada air mata menetes. Hal itu membuatku semakin terpuruk dan susah tidur. Aneh sekali.
Masa lalu yang begitu kelam. Aku hampir mengingat betapa seringnya aku menangis. Rasanya aku sudah menghabiskan stok air mata ku di masa lalu hingga tidak ada yang bisa membuatku menangis lagi sekarang. Aku pernah mendengar ungkapan bahwa orang yang jarang menangis justru adalah orang yang lemah. Entah aku harus setuju atau tidak. Nyatanya aku sangat ingin menangisi beberapa hal. Meskipun rasa sakitnya tidak se-traumatis dulu.
Apa aku sudah mengatakan bahwa aku sangat bersyukur atas diriku sekarang. Aku benar-benar seperti manusia yang terlahir kembali. Aku berkali-kali mengatakan kepada diriku sendiri bagaimana Allah SWT sudah menyelamatkan dari kelamnya masa laluku. Hanya Dia Satu-Satunya Zat yang meloloskanku dari lingkaran setan yang seperti tidak ada ujungnya.
Aku akan terus memperjuangkan diriku sendiri. Aku akan berusaha mendedikasikan hidupku untuk belajar bahagia. Karena aku percaya orang yang bahagia akan dirinya sendiri akan mampu memperlakukan oranglain lebih baik lagi. Sudah terlalu banyak orang yang ku sakiti karena aku yang tidak bisa berdamai dengan diriku sendiri. Aku ingin mencintai orang lain dengan lebih baik lagi.
Semoga kalian yang membaca ini juga menemukan cara untuk mencintai diri kalian sendiri. ❤