Jumat, 22 Juli 2022

Marah dan Benci

Hari ini ada kekacauan yang ku buat karena ikut hanyut dalam lautan amarah dan kebencian. Aku pernah melakukan konsultasi dengan seorang mentor tentang mengapa aku sangat keterlaluan ketika marah, aku tidak mampu melihat bahwa mungkin masalahnya ada di dalam inner child. Kisah masa kecil yang samar-samar ku ingat menjadi penyebab atas aku yang sekarang. Semua menjadi masuk akal mengapa aku dengan usia yang sudah setua ini tetap berperilaku seperti anak SD, kekanak-kanakan. Andai aku bisa menaruh tuas atau rem untuk diriku sendiri, aku ingin bisa menggunakannya sebijaksana mungkin. Aneh sekali, setiap kali diliputi amarah aku seperti tidak mengenali diriku sendiri. Aku tidak tahu caranya berhenti. 

Kekacauan yang aku akibatkan memberikanku suatu pemikiran lain, bagaimana jika dan segala kemungkinan yang harusnya dapat aku lakukan sebelum tergesa-gesa mengikuti emosi. Mengapa aku selalu terburu-buru. Mengapa aku selalu merasa harus menjadi yang lebih cepat. Mengapa aku tidak bisa berjarak dengan perasaan-perasaan ini dan mencerna dengan baik sebelum aku telan. Dan begitu banyak mengapa yang berkelebatan di kepalaku. Aku sangat amat lelah. 

Mari kita uraikan bagaimana kemarahan dan rasa benci ini berasal. Aku sedang berpikir keras apakah perilakuku tadi diperlukan di keadaan yang sebenernya sangat ambigu. Aku begitu marah dan merasa didesak, meskipun tidak ada yang benar-benar mendesakku. Apakah makian yang ku lontarkan ini diperlukan. Atau sebenarnya ada hal lain yang membuatku sangat marah sehingga rasa benci yang ku punya menjadi pemantik yang tepat untuk merendahkan nilai seseorang. 

Aku tidak sempurna, sebagaimana manusia pada umumnya. Namun, memiliki kebiasaan marah sepertiku sungguh sangat menyebalkan. Aku selalu merasa ada celah untukku berubah, ketika celah itu terasa begitu mengganggu maka ledakan kembali terjadi. Aku masih berusaha... Aku masih berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi. 

Senin, 18 Juli 2022

Hidup Untuk Siapa

Ada banyak hal yang membuatku berpikir keras mengenai apa dan bagaimana kehidupan ini berjalan. Terutama ketika aku mencoba mendengar lebih seksama, menatap lebih lama mata-mata orang-orang yang berlalu lalang di sekitarku. Aku hampir seperti anak kecil yang berharap untuk diajarkan tentang apa dan bagaimana hidup ini membuatku tumbuh lebih besar. 

Mengapa orang-orang masih bernapas meskipun tersendat-sendat? Mengapa orang-orang tidak mencekik dirinya sendiri beberapa ketika hidup membuat dadanya terasa terjepit? Bagaimana hidup di hati mereka? Hidup ini untuk siapa?

Begitu banyak pertanyaan tidak masuk akal diam-diam memenuhi kepala. Tidak tahu kemana dan dimana ia mampu menemukan jawaban. Ia selalu ada dan tumbuh lebih banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan. 

Mereka bilang jangan terlalu sibuk bertanya dan mencari jawaban. Hiduplah apa adanya. Temuilah senyata apa yang terlihat mata. Yang bersemayam di otak hanya imajinasi saja. Yang tidak nyata tidak pantas dipertahankan terlalu lama, katanya... Katanya...

Pertanyaan terbesarku tetap saja, lagi-lagi...

Mengapa aku melakukan semua ini? Mengapa aku harus melakukan semua ini? Hidupku untuk siapa?

Kamis, 12 Mei 2022

Seorang Anak Tidak Bisa Memilih

Menjadi seorang anak adalah takdir manusia yang tidak bisa diubah sama seperti hari kematian. Diantara banyak kisah yang aku temukan hari ini. Kecelakaan tragis di dekat tempat kerjaku. Kematian tragis karena salah minum obat. Maupun kisah pemilik rumah yang sangat culas dengan kedok bersedekah. 

Ada kisah seorang anak yang berjuang untuk orangtuanya, namun selalu dikecewakan. Ada sebuah kebaikan yang kasat mata. Ada malam tanpa tidur untuk menjaga agak sang ibu tidak kurang apapun saat sakit. Ada ketakutan jika ajal sudah mengetuk pintu sang ibu yang tua renta. 

Hari ini begitu banyak kisah yang aku terima. Ada kisahku yang mengawali dengan perasaan marah luar biasa karena orangtuaku. Mungkin aku adalah anak durhaka. Aku bukan malin kundang yang sukses lantas lupa orangtuanya. Aku hanya salah satu dari sekian banyak anak yang dilahirkan hanya untuk mendengarkan betapa menyusahkannya diriku untuk dilahirkan dan dibesarkan. Aku hanya salah satu dari sekian banyak anak yang bertanya-tanya, mengapa aku tidak dilahirkan di dalam keluarga yang benar-benar bersyukur atas kelahiranku?

Ada begitu banyak kisah hari ini. Di sekian banyak kisah itu, aku ikut bersimpati dengan seseorang yang memiliki kisah hampir sama denganku. Kebaikannya tidak pernah dianggap oleh orangtua sendiri. Dia memilih untuk terus berbakti. Aku memilih untuk mulai menghitung. Dia memilih untuk tetap menyayangi orangtuanya. Aku memilih untuk membenci. 

Tidak banyak orang mampu mengerti rasa sakit seumur hidup karena selalu diingatkan, saat melahirkanmu semua orang sangat menderita, saat kamu bayi aku harus mengganti popokmu dan itu sangat menyusahkan, kamu sudah cukup mendapat kasih sayang, kini saatnya adik-adikmu. Seolah-olah semua rasa cinta dan perhatian untuk anaknya hanya berhenti saat adikku lahir. Itu sangat kejam. 

Seorang anak tidak bisa memilih, karena seorang anak tidak lantas mendapat kemerdekaan yang diinginkannya begitu dia lahir. Seorang anak harus melewati perintah demi perintah, kewajiban demi kewajiban karena takut mengecewakan orangtuanya. Saat ia sudah merdeka dengan membawa sejumlah uang, ada dua pilihan di genggamannya. Memilih untuk bahagia di jalannya sendiri atau terus berada dalam nestapa orangtuanya. 

Rabu, 11 Mei 2022

Yang Teristimewa

Tahukah kamu, ada seseorang yang pernah bersumpah untuk melihatku menderita seumur hidupku. Ada seseorang yang benar-benar berharap aku jatuh dalam nestapa. Menangis dan bersedih seumur hidupku. Sebelum bertemu denganmu, aku benar-benar percaya bahwa aku tidak pernah pantas bahagia. 

Kamu membuat semuanya terasa mungkin terjadi. Aku yang lebih mempercayai kemungkinan buruk dan hampir selalu ketakutan untuk berandai-andai keajaiban. Aku yang menciptakan neraka dari dalam otakku sendiri. Kemudian, bertemu dengan kamu yang melihat dunia dengan begitu banyak kebaikan dan ketulusan. 

Aku begitu muak mendengar lirik lagu cinta. Namun, saat memikirkanmu. Aku ingin terus menyanyikan semua romansa picisan di dunia ini. Karena kamu begitu berharga. Aku ingin menghargaimu sebagai laki-laki yang mampu memperlakukanku dengan rasa hormat. Terlepas bagaimana aku diperlakukan di masa lalu. Terlepas bagaimana perilakuku di masa lalu. Kamu tetap di sana, tidak beranjak kemana-mana. 

Tidak cukup sajak dan puisi untuk menggambarkan betapa aku sangat menyayangimu. Aku mencintaimu dengan merdeka. Seperti elang yang dibiarkan terbang ke cakrawala dan kembali ke rumahnya tanpa berbelok arah. Seperti pohon teduh di siang hari, aku ingin melindungimu tanpa harus menyakitimu. Kamu adalah sahabat sejati yang aku inginkan untuk terus menggenggam tangannya hingga kulit ini berubah menjadi keriput. 

Selasa, 10 Mei 2022

Bila Hari Ini Adalah Terakhir Kali

Ketika kehidupan menemui ujung. Akankah ada hal-hal yang membuatku tersenyum. Apakah aku dapat pergi dengan tenang dan berkata aku sudah melakukan semua hal menyenangkan di dunia? Apa yang ku inginkan? Apa yang membuatku bahagia? Aku masih belum menemukan jawaban apapun. 

Kehidupan yang kini ku jalani seperti seolah diatur sedemikian rupa tanpa kehendakku. Tidak ada yang benar-benar mengerti perasaan seolah kamu berjalan di jalan yang tidak kamu kehendaki. Meskipun, mungkin yang tidak perasa sedang mengalami hal yang sama. 

Bila hari ini adalah saat terakhir kali, kita semua rasanya ingin mangkir dari bayangan buruk ini. Ketidaksiapan dengan pemikiran bahwa suatu saat semuanya adalah cerita dan kenangan merupakan bukti bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar hidup. Kita semua tahu ada keabadian yang menanti, namun kita memilih untuk berkhayal bahwa semua yang kita lihat dan rasakan sekarang selamanya. Di dunia yang fana, seharusnya ada pelarangan kata selamanya. Ilusi. Hobi sekali berkhayal. 

Aku akan belajar dan mencari tahu, apa yang membuatku pergi dengan nyaman bila hari ini adalah terakhir kali? Aku sudah lama hidup dengan penyesalan, aku tidak mau dibangkitkan dari kematian dengan perasaan yang sama. Termasuk membenci orang-orang yang sama. Termasuk sulit memaafkan orang-orang yang sama. 

Selasa, 26 April 2022

Anak Kecil Yang Sukar Berteman

 Anak kecil itu berjalan mencari teman, dia katakan kepada diri sendiri bahwa dirinya tidak akan bermain sendirian hari ini. Selama ini dia selalu dijauhi oleh oranglain karena berusaha menjadi dirinya sendiri. Dia bertanya, mengapa mereka menjauh. Mengapa tidak ada yang mengatakan apa yang tidak dia punya dan mereka inginkan darinya. Dia sangat penasaran tentang isi hati anak-anak lain yang tidak mau berteman dengan dirinya. 

Anak kecil bertemu dengan seorang gadis kecil lain yang sedang bermain sendirian begitu asyiknya. Dia penasaran bagaimana gadis kecil itu bisa terlihat baik-baik saja tanpa oranglain. Sepertinya dia tahu mainan apa saja yang dia suka sehingga kenyataan bahwa oranglain tidak mau bermain dengannya tidak membuatnya murung. Tidak seperti si anak kecil. Hatinya begitu kecil, mengetahui harga dirinya terletak dari seberapa besar teman yang dia punya. 

Anak kecil kembali berjalan. Dia bertemu 2 orang gadis kecil yang saling bercanda. Dia sangat iri dan berharap agar mampu ikut bergabung ke dalam lelucon mereka. Si anak berusaha membaur. Kedua gadis kecil ini begitu pintar untuk seusianya. Tidak seperti anak kecil yang menghabiskan hidupnya untuk hidup tanpa tahu siapa dirinya. 2 orang gadis kecil ini terlihat seperti orang dewasa yang bijaksana. Mereka tahu apa yang dia inginkan di semestanya. Anak kecil tertinggal. Sekali lagi. Dia ditinggalkan karena dia tidak cukup... baik. 

Anak kecil menghentikan jalannya. Dunianya begitu suram. Dia mulai membenci semua orang. Kembali ditinggalkan. Mengulang perjalanan. Hidup bagi si anak adalah hal mengerikan. Anak kecil tumbuh menjadi sosok yang benci keramaian. Dia mengusir semua kebahagiaan yang datang padanya. Di dalam pikirannya, dia tidak pernah cukup baik untuk hidup. 

Kamis, 24 Maret 2022

If It's Good To Be True, (Maybe) It Ain't True

Kemarin, seorang kucing melompat kesana kemari setelah dipungut seorang pemuda yang memperlakukannya dengan ramah. Kucing kampung yang dekil, sangat kurus tubuhnya dan selalu mengelilingi pasar untuk memungut remah-remah dari tanah untuk dimakan. Hidupnya dikelilingi persaingan dengan kucing-kucing lain yang tubuhnya lebih besar. Dia selalu merasa tersisihkan. 

Apakah dia akan bahagia? Apakah akhirnya dia bisa hidup dengan layak? 

Pemuda yang memungutnya memperlakukannya dengan kasar. Pintar sekali berpura-pura ramah padahal sikapnya lebih jahat dari hewan. Cakaran kucing lain saat merebut makanannya tidak sebanding dengan rasa sakit saat tiba-tiba tubuhnya dilempar. Gemetar... Dibandingkan saat hidup di pasar, kondisinya saat itu lebih mengenaskan. 

Harapan adalah satu hal yang mampu membuat siapapun makhluk merasa diterbangkan di atas awan. Semuanya terasa begitu indah hingga tak nampak ancaman di depan mata. Kita begitu mudah terbuai dengan harapan yang bahkan dimunculkan otak kita sendiri meskipun fakta sudah terpampang nyata di depan mata. 

Harapan adalah ketika kita bermimpi untuk tetap terus merasa nyaman di satu titik. Tapi, kehidupan tidak ingin begitu. Kehidupan tidak pernah menjanjikan hal itu. Kamu sedang berkhayal.

Bangunlah, wahai diri. Waktumu sudah kau habiskan untuk menutup matamu pada kenyataan. Ada sederet tanggungjawab yang harus kau pikul. Tuliskan perjuanganmu dengan senyata mungkin. Tidak ada superman di dunia ini. Tidak akan tiba-tiba tubuhmu berubah menjadi kuat. Kau adalah kau. Yang pemalas, yang tidak sudi bangun pagi, yang berharap uang bisa turun dari langit. Bangun dan belajarlah. Lebarkan wawasanmu. Meringkuk dalam kebodohan dan tetap rendah diri. Manusia tempatnya di tanah dan akan selalu begitu sampai kapanpun. 

Rabu, 02 Maret 2022

Teruntuk Kamu

Kepada laki-laki yang selalu duduk di depanku belakangan ini, aku selalu takjub bagaimana waktu selalu cepat berlalu bersamamu. Semua pembicaraan kita yang begitu berarti. Hal-hal aneh yang aku utarakan namun tetap kamu dengarkan. Apapun obrolan kita, semua begitu mencerahkanku. 

Kepada laki-laki yang belakangan tidak pernah absen untuk mendoakan tidurku nyenyak dan tidak bermimpi, karena kamu sangat mengetahui bagaimana aku benci terbangun dari mimpi. Hal-hal sederhana begitu romantis bersamanya. Aku tidak tahu bahwa ada cinta seperti ini untukku. Setelah berpetualang dari negeri penuh konflik dan perang berkepenjangan, aku seperti pulang ke rumah yang begitu aman dan tenteram. 

Kepada laki-laki yang tidak menjajikan apapun, namun rasa nyaman. Baru saja aku sembuh dari luka yang sangat menyakitkan. Bahkan melihat lukanya membuatku menangis. Bersamamu adalah tawa canda, pertengkaran yang berarti membuatku tumbuh. Semua hal tentang kamu, sesederhana padang rumput hijau dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Aku seperti tidak membutuhkan ada sekelebatan bunga di dalamnya. Semua terasa cukup. 

Teruntuk kamu, dari aku yang menganggapmu lebih berharga dari kulit ayam yang disisakan untuk dimakan terakhir. 💕

Selasa, 18 Januari 2022

Gak Jelas Part Kesekian

Setelah berhadapan dengan luka, aku memiliki kebiasaan baru yang sangat random. Kebiasaanku yang sekarang yaitu menonton video-video yang bertema "7 Alasan Hubunganmu Tidak Berhasil", atau "10 Alasan Kamu Harus Keluar dari Toxic Relationship", dan lain sebagainya. Kebiasaan ini lahir setelah aku mulai mendalami hal-hal yang berbau psikologi. Aku sangat ingin mengetahui isi kepalaku sehingga menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru. 

Aku ingin secara tidak sadar membentengi diriku sendiri dari hal-hal yang mampu meracuniku dari dalam diriku sendiri. Aku juga tidak ingin menjadi perempuan naif yang mudah terpedaya oleh hal-hal artifisial seperti jatuh... cinta. Jatuh cinta seperti perilaku manipulatif yang membuat mu terbang sesaat dan menghantammu untuk memahami semua kenyataan hidup yang pahit. 

Yang terjadi adalah aku seringkali cocokologi atas apapun yang berlangsung di sekitarku. Mengira-ngira apakah yang sedang terjadi adalah hal baik atau buruk untuk kesehatanku. Memperkirakan bagaimana aku akan kecewa dan sebagainya. 

Namun, aku juga sangat sering menonton sambil bengong. Aku sibuk memikirkan hal lain dan pembicara di dalam video terus berkata omong-kosong yang aku tidak mau resapi. Pasti kalian juga sering merasa tubuh kalian sedang mengerjakan sesuatu, tapi raga kalian terus sibuk entah kemana. 


Dan sekali lagi, hari ini, aku sudah menulis hal-hal yang tidak penting lainnya. Aku rasa hampir 95% ocehanku sangat amat tidak penting. Apalah arti blog ini kalau bukan untukku membicarakan sampah-sampah di otakku. Hahaha 

Jumat, 31 Desember 2021

Teman Ngobrol = Teman Hidup (?)

31 Desember 2021

2022 terasa mengerikan di kepalaku. Ada banyak skenario-skenario aneh yang memenuhi kepalaku seperti biasanya. Tapi, akhir-akhir ini hariku sangat menyenangkan. Ada seorang laki-laki baik, teman lama yang mengenalku dengan cukup baik sejak kami berusia 12 tahun. Teman bercanda dan teman ngobrol di waktu-waktu senggang. Ada banyak cerita yang mengalir begitu saja bersamanya. Waktu berjalan cepat dan aku menyukai sensasi rasa aman saat bersamanya. Aku tidak perlu berpura-pura manis atau dituntut menjadi gadis normal. Dia melihatku sebagai aku. 

Aku percaya setiap perempuan seharusnya layak untuk dicintai dengan penuh rasa hormat terlepas bagaimana masa lalunya. Setiap perempuan layak untuk bertemu dengan laki-laki yang melihatnya sebagai manusia seutuhnya. Bukan sekedar pemuas nafsu saja, namun juga manusia yang kadangkala berbuat salah dan berperilaku menyebalkan. 

Banyak diskusi yang terjadi dan aku menyukai bagaimana dia merespon setiap topik yang ku singgung dengan sangat baik. Beberapa yang lain sangat suka mengalihkan topik karena merasa tidak nyaman. 

Setiap malam rasanya aku merapal doa yang sama. Betapa aku sangat mendambakan hubungan membosankan dengan laki-laki yang mampu mengetahui skema otakku dengan sangat baik. Dan semua ide untuk hidup dengan teman baik yang sudah kau kenal bertahun-tahun sepertinya bukan ide yang buruk. Hidup dengan teman baik yang dahulu pernah kau temui setiap hari di kelas yang sama saat kau SD hingga SMP.  Membayangkannya membuat kami berdua tertawa saat kembali membahasnya. Hahahaha. 

Bahkan aku sangat menyukai bagaimana dengan mengatakan,"Aku ingin bilang aku cinta sama kamu, tapi aku tau kamu akan tertawa". Dan dia tau dengan sangat baik bahwa aku memang tertawa. Aku tidak bisa mempercayai siapapun seumur hidupku, tapi dia membuatku mematahkan semua keraguan dan menjadi sangat yakin. 

Semoga Allah SWT mempertemukan jalan kami berdua. Ugh, semoga dia tidak membaca blog ini. Hahahahaha 

Kamis, 23 Desember 2021

Gatau, Random

Aku ingin sekali menulis sesuatu tapi tidak benar-benar ada pembahasan yang terstruktur di otakku. Meskipun sebenarnya memang tulisanku sangat tidak terstruktur dengan baik, hampir semuanya. Tapi kali ini sangat parah. Benar-benar parah. Seperti benang kusut, aku harus mengurainya satu persatu. 

Mungkin akan aku mulai dengan dua bulan kedepan aku akan menghadiri dua acara penting. Tepatnya di bulan Februari 2022. Satu pernikahan. Satu lamaran. Aku sangat tidak sabar menanti Februari datang. 

Namun, aku juga tidak sabar menanti 11 Januariku datang. Hari dimana aku secara legal bertambah tahun. Dulu, ada manusia bajingan yang mengatakan bahwa ulangtahun tidak penting untuk dirayakan. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak setuju. Manusia munafik itu hanya malas saja bersusah payah untuk membuatku senang di hari ulangtahunku. Bahwa sebenarnya dia juga akan sangat bahagia kalau ulangtahunnya dirayakannya, hanya saja dia terlalu malu untuk mengakuinya. Tolong maafkan aku masih membahas laki-laki memuakkan itu. Aku masih belum bisa memaafkannya. 

Hari-hari ini aku lalui dengan rasa iri yang teramat sangat. Ada satu orang yang hadir meskipun sebentar namun memberikan dampak begitu besar terhadap hidupku. Dia yang sangat menjaga harga dirinya dengan memakiku habis-habisan saat masalah datang. Hal sepele yang membuatku tersadar aku tidak ingin diperlakukan dengan buruk oleh siapapun lagi. Tidak juga dengannya, laki-laki yang tidak memiliki apapun untuk dipertahankan. Hanya bermodal ucapan manis di awal dan bagaimana dia perlahan-lahan memanfaatkanku untuk keuntungannya sendiri. 

Tolong sekali lagi maafkan aku masih membahas orang-orang ini. Astaga aku harus berhenti. 

Baiklah, ku cukupkan sebatas ini saja. 

Oh, sebenarnya ada satu jenis laki-laki lagi yang ku temui baru-baru ini. Dia yang terburuk. Seseorang yang aku kenal melalui dating apps dan membuatku tidak akan pernah mencoba menggunakan Tinder lagi. 

Apakah menurutmu aku punya semacam magnet yang banyak mengundang badboy? Atau ini karma karena pernah menyia-nyiakan laki-laki baik yang pernah begitu menyayangiku?

Selasa, 07 Desember 2021

Layak Dicintai

Setiap orang layak untuk dicintai...

Begitu kata egoku... 

Tapi tidak setiap orang mampu memberikan cinta terbaik dan mengekspresikan setiap kebaikan dalam cinta yang dimilikinya. Emosi yang dimiliki oleh rasa cinta katanya sangat positif. Lalu, apakah selama ini aku hanya belum benar-benar mencinta? 

Aku sadar bahwa aku belum benar-benar bisa memberikan hal terbaik dan segala potensi positif kepada orang-orang yang aku sayang. Nafsu dan self-centered ini menahanku untuk berbuat lebih baik untuk memberikan perhatian dan bantuan tanpa berharap imbalan. Karena sepertinya, cinta adalah tentang bagaimana dapat memberi. Bukan tentang mendapatkan. Bahkan memiliki. 

Setiap orang layak untuk dicintai...

Setiap orang yang hidup, bahkan bukan hanya manusia, namun semua makhluk hidup di muka bumi layak untuk dicintai...

Namun, cinta begitu tabu saat menyangkut kata, apa kau suka ini dan itu? Menyukai ayam goreng memaksamu membunuh satu nyawa ayam yang berharga. Namun menghargai hidangan ayam goreng juga membuatmu untuk tidak menyisakan satupun daging di meja makan dan bersyukur atas rasa yang tertinggal di lidahmu. Cinta adalah hal paling abu-abu yang tidak bisa dianggap seputih kertas. Begitulah setidaknya aku memandang cinta. 

Cinta mungkin juga tentang kebohongan bahwa kamulah satu-satunya yang mampu membuatku nyaman. Lantas ketika dia tidak di depanmu dan hanya berjarak 30 km, kamu bisa memilih rasa nyaman dengan sosok yang lain. Cinta adalah omong kosong bagi beberapa yang lain. Namun, tetap saja... Setiap orang layak untuk dicintai... 

Cinta juga merupakan serangkaian rasa sakit dan hati yang patah. Berjanji untuk selamanya namun ditinggalkan atas dasar bosan. Cinta adalah proses untuk bangkit dari berdua menjadi sendirian. 

Dan...

Setiap orang layak untuk dicintai...

Merasakan setiap proses cinta dan terjatuh sedalam-dalamnya... 

Hingga ada yang lupa bangkit, namun ada juga yang berdiri tegak dan menemukan diri sendiri seutuhnya...


Sabtu, 20 November 2021

Yang Benar-Benar Tinggal

Aku adalah seorang penggemar fanatik drama korea. Sejak usia... (masih memproses ingatan) ah, sepertinya 14 tahun aku sudah sangat menyukai drama korea. Berkat drama korea, aku punya fantasi berlebihan mengenai percintaan dan laki-laki idealku. Semua imajinasi yang sangat amat kecil kemungkinanannya terealisasi di kehidupan nyataku. 

Aku akhirnya sadar bahwa dalam dunia nyata, tidak akan ada laki-laki yang membawakanku payung tiba-tiba tanpa diminta saat hujan deras. Tidak akan ada laki-laki yang menghiburmu saat kau benar-benar terpuruk. Tidak akan ada laki-laki yang memberikanmu pundak saat kau kelelahan. Tidak akan ada pandangan kagum saat kau menceritakan perjuanganmu dalam bertahan hidup dan pencapaianmu hingga saat ini. Terlebih tidak akan ada laki-laki yang membopongmu untuk ke rumah sakit saat kau sakit.

Hei, diri... Sadarlah... 😂

Kau akan lebih sering bertemu laki-laki yang melihatmu sebagai objek daripada manusia utuh. Kau akan lebih sering bertemu dengan kebohongan demi kebohongan. Kau akan lebih sering bertemu dengan nafsu liar tak terkendali daripada kasih sayang. Kau akan tertipu dengan tipu muslihatnya untuk menyembunyikan rasa bersalahnya. Kau akan menemukan dirimu terhipnotis dengan kata "maaf" dan "aku janji tidak akan mengulanginya lagi". 

Aku pernah disana. Kehilangan diriku untuk waktu yang sangat lama. Semuanya terasa baik-baik saja hingga aku sadar aku tidak tahu siapa aku saat dia meninggalkanku seperti layaknya baju bekas. Dia mengatakan bahwa aku pantas untuk diperlakukan seperti itu. Dan aku percaya... 

Saat mengingatnya lagi, aku ingin sekali marah. Tapi kemarahan yang tersisa adalah rasa bersalah kepada diriku sendiri. Mengapa aku membiarkan diriku terjebak di neraka yang ku kira surga. Mengapa aku tidak melihat tanda-tandanya dan berpikir lebih baik lagi. Mengapa aku seperti tidur saat aku sudah membuka mata. 

Pada akhirnya yang benar-benar tinggal adalah dirimu sendiri... 

Setelah semua perpisahan yang terjadi. Setiap tetesan air mata. Aku mulai kembali menemukan diriku di sini kini. Apa yang ada sekarang, apa yang sedang ku lihat dalam cermin. Mata itu... Kulit itu... Tangan ini... Semua ini adalah kesadaran atas entitasku yang hadir pada masa kini menjalani kenyataan sebagaimana adanya. Aku berada pada kesendirian yang menyenangkan dengan diriku sendiri. Kami berdialog banyak tentang hari-hari sulit yang sudah kami lalui. Sepertinya sangat aneh dan hampir gila. Tapi memang untuk bisa melalui hari ini, aku harus berjarak dengan tokoh utama semua permasalahan yaitu pikiranku, juga lebih berdamai terhadap diriku sendiri. 

Sehingga saat aku menemui perpisahan, harga diri yang diinjak, amarah, rasa malu... Aku adalah satu-satunya orang yang akan memaafkan, memeluk dan memberikan support setinggi-tingginya untuk diriku sendiri. Aku akan mempercayainya bahkan ketika oranglain meremehkanku. 

Karena hanya diriku sendiri dan Allah SWT yang benar-benar tinggal saat dunia meninggalkanku... 

Senin, 15 November 2021

Ketenangan Yang Fana

Rasa tenang itu katanya bisa kita dapatkan dengan berdoa dengan khusyu' kepada Allah. Ketenangan itu katanya ada pada saat kita bisa melihat diri kita sendiri tanpa ikut hanyut dalam emosi dan pikiran kita yang seperti ombak di lautan. Rasa tenang katanya juga bisa dalam bentuk lain rasa syukur dan cukup saat kita melihat ke sekitar. 

Aku percaya setiap orang memiliki definisi rasa tenang sendiri. Bahkan meskipun rasa tenang yang mereka dapatkan adalah menghisap puluhan batang rokok, atau bahkan meneguk berliter-liter minuman keras. Aku tidak berhak menghakimi siapapun. Meskipun kenyataannya aku sangat membenci asap rokok. 

Rasa tenang yang dulu ku dapatkan dengan tidur pulas sambil menangis. Ketenangan yang ku pikir dapat membuatku terlepas dari semua beban pikiran. Ketenangan semu yang tetap membuat napasku sesak. 

Seperti seorang tawanan yang terbebas dari segala belenggu penderitaan. Aku mulai serius mencari arti tenang yang aku inginkan dalam hidupku. Aku berbicara. Aku mendengarkan. Aku mencoba memahami perspektif orang lain. Perjalanan hidupku yang tadinya ku anggap sangat memuakkan dan hanya sebatas mengelilingi semesta orang itu, akhirnya berbalik kembali kepadaku. Aku yang akhirnya punya kuasa atas diriku sendiri, akhirnya mampu berkuasa untuk mencari apa yang terbaik untukku. Termasuk, ketenangan itu. 

Saat ini yang aku tahu pasti, aku sangat tenang melihat orang-orang terdekatku bahagia. Aku tenang saat aku bisa benar-benar hadir saat dikelilingi mereka yang aku sayang. Aku tenang saat mengerti bahwa semua pilihanku tidak harus menyenangkan semua orang. 

Tapi... 

Aku juga masih belum bisa tenang saat orang lain mulai mengkritik dan menjatuhkanku dengan kejam. Aku belum bisa tenang saat aku mendengar hal-hal keji tentang diriku yang aku tahu itu tidak benar. Aku belum bisa tenang saat aku belum menunjukkan kepada dunia bahwa aku orang yang kuat. Meskipun itu artinya mengakui bahwa aku juga manusia yang terkadang sangat tak berdaya. 

Kalian sendiri bagaimana? Apakah kalian sudah menemukan ketenangan fana itu? Apakah kalian sudah belajar mengenai hal-hal yang membuat kalian begitu gelisah dan sangat tidak tenang?

Sabtu, 13 November 2021

Ketika Nanti Aku Bertemu Denganmu

"Yang akan tinggal selamanya bersamaku adalah diriku sendiri. Jadi aku berusaha untuk terus menyukai diriku sendiri. Aku harap Seon Gyeom-shi juga menyukai dirinya sendiri agar kita bisa mempunyai hubungan yang sehat seterusnya." - Oh Mi Joo (Run On) 

Dialog dalam drama korea Run On antara dua tokoh utama ini sangat menamparku. Aku hampir jarang mempunyai hubungan yang sehat dengan diriku sendiri. Sampai saat ini aku masih berusaha mencari tahu apa itu sebenarnya self-love. Perjalanan untuk menemukan cinta kepada diri sendiri adalah perjalanan yang sangat terjal dan sepi.

Yang aku harapkan saat ini adalah hubungan yang sehat. Aku tidak bisa menjabarkan dengan detail sosok laki-laki yang aku harapkan. Aku hanya ingin dia yang mau mendengarkan kisahku tanpa menghakimi. Aku ingin laki-laki yang membebaskanku melakukan banyak hal bersamanya atau sendirian. Laki-laki yang melihatku dengan bangga dan rasa cukup. Dia yang tidak ingin mengubah apapun dalam diriku dan hanya ingin bertumbuh bersama-sama. Dia yang mengerti bahasa cintaku dan tidak meminta lebih dari yang mampu aku berikan. 

Maka, akupun berharap kelak saat bertemu dengannya, aku bisa menjadi perempuan yang lebih menakjubkan lagi. Perempuan yang mampu mengendalikan amarahnya. Perempuan yang tahu cara untuk tetap tinggal dan menerimanya secara utuh sebagai seorang manusia yang juga punya banyak sisi. Perempuan yang bisa menjadi teman ngobrol di penghujung hari saat dia kelelahan. Dia yang mampu menyediakan makanan hangat dan secangkir teh karena kopi buruk untuk kesehatannya. Haha. 

Banyak hal yang akan kami bicarakan. Tentang perjalanan hidupku sebelum bertemu dengannya. Tentang masa kini yang akan kujalani bersamanya. Tentang masa depan yang tidak pasti dan mimpi-mimpi untuk tetap bersamanya. 

Senin, 01 November 2021

Teror Demi Teror

Mungkin ini adalah kisah terakhir yang ingin aku bagikan kepada kalian semua. Kalian harus tahu aku juga manusia. Apabila semua kisah yang sudah diceritakan seolah membuatku seperti orang baik yang tidak pernah salah, maka kalian salah. Aku juga bermain peran menjadi orang jahat di dalam hubungan kami. Kejahatan itu terkadang dalam bentuk makian yang hanya berani aku utarakan tentu saja ketika kami jauh. Hahaha, aku tidak berani memakinya secara langsung. Meski mungkin sepertinya pernah aku lakukan. 

Siksaan yang aku balas kepadanya adalah bentuk teror ketika dia tidak mengangkat telponku atau chat yang bertubi-tubi yang akan mengganggunya. Kata-kata ancaman putus untuk membuatku takut padaku. 

Iya, rasa takut yang berusaha kami tumbuhkan seiring perjalanan hubungan ini. Bukan saling menghargai. Bukan kompromi. Bukan komunikasi. Tapi, rasa takut. 

Saat aku mencoba menghubunginya saat terakhir kali dengan nomor lamanya, tujuannya untuk mengingatkan bahwa aku dikejar penagih hutang dari aplikasi online berkat dirinya. Tiba-tiba pesanku dibalas dengan atas nama orang asing bernama Vincent. Lol. Vincent bilang nomer itu dia dapatkan dari kecelakaan parah. Well.... Oke. Baiklah... 

Aku hanya berpikir, kebohongan dan drama apa lagi yang berusaha dia tampilkan. Aku benar-benar muak. 

Aku menghapus chat dan nomor itu segera. Dan... berhari-hari aku tetap diteror penagih hutang. 

Lalu aku dekat dengan seorang laki-laki lain. Saat masalahku dengan mantan toksikku belum usai. Laki-laki baru ini terpaksa terseret dalam pusaran masalahku dengan mantanku. Benar-benar kekacuan yang sangat sempurna. 

Entah masalah dimulai darimana. Semua begitu kacau. Aku hanya ingat bagaimana dia mencoba membobol akun google ku. Menyimpan kembali semua kontak ku dan mengetahui nomer baruku. Dia mencoba membobol akun whatsapp hingga telegram. Dia juga mencoba mendaftarkanku di aplikasi pinjaman online dan aplikasi aneh yang aku tidak tahu fungsinya menggunakan nomor hp ku. 

Aku mencoba mencari bantuan dengan menghubungi kontak komnas yang membantu korban KGBO (Kekerasan Gender Berbasis Online) hingga di tahap aku harus membuat laporan dan mencantumkan bukti-bukti ancaman dan teror yang aku terima. Namun, aku akhirnya memutuskan berhenti mengingat dia mengaku sudah menikah. Lol. Dia mengatakan, untuk apa dia harus menggangguku lagi. Sungguh ironis. 

Saat itu, aku mengasihani diriku sendiri karena harus bertahan dengan laki-laki seperti itu. Aku menyayangkan diriku sendiri yang tidak mampu melihat potensi dan kebaikan dalam diriku sendiri sehingga jatuh untuk laki-laki seperti dia. Semua proses laporan aku hentikan. Terornya sudah berhenti. Aku sudah yakin dia sudah memiliki perempuan baru di sisinya. Aku hanya berdoa semoga perempuan itu baik-baik saja. 

Ada malam-malam dimana aku sangat ketakutan. Aku tidak bisa berhenti mengecek e-mail notifikasi bahwa akunku ada yang mencoba membobol lagi. Aku ketakutan setiap kali menerima telepon masuk terutama dari nomor asing. 

Semua pada akhirnya sudah berlalu dan ketakutan-ketakutan itu tetap bersarang di tempatnya... 

Tugasku saat ini adalah membantu diriku sendiri untuk pulih. Aku sudah mengalami hari-hari berat yang entah bagaimana bisa aku lewati. Aku mencoba mengatakan pada diriku sendiri, hei diri, kamu tahu, kamu sudah melakukannya dengan baik. Terimakasih atas kesediaannya untuk bertahan diriku... ❤


Minggu, 31 Oktober 2021

Menuju Akhir Kisah Hubungan Beracun

Aku tahu kisah kemarin belum merangkum semua hal yang aku rasakan selama 5 tahun. Aku hanya berharap aku dapat menceritakan dari sudut pandang yang paling objektif. Karena banyak hal yang terlihat bias dan samar, saat aku belajar banyak mengenai toxic relationship ternyata itu adalah hal yang normal. Hal normal untuk sulit mengenali apakah kau sedang dalam bahaya ketika semua terlihat berjalan biasa-biasa saja. 

Kali ini aku akan menceritakan tentang bagaimana akhirnya aku berusaha keluar dari hubungan itu. Tidak ada kebencian tersisa. Mungkin hanya sedikit rasa muak kala mengingat betapa buruknya perpisahan kami. 

Akan aku tarik mundur garis waktu sampai ibuku menyuruhku untuk mengambil tes pegawai negeri sipil di Banyuwangi. Aku tidak mencoba menanyakan opininya (laki-laki itu). Aku hanya berpikir bahwa mendaftar sebagai pegawai negeri sipil tidak ada salahnya. Terlebih itu yang orangtuaku inginkan. Aku berkata persis seperti ini. Aku memberikan angan-angan padanya bahwa apabila nanti aku diterima, kita berdua bisa membangun usaha bersama di Banyuwangi. Dia terkadang mengatakan bahwa menjadi pegawai negeri sipil itu tidak semudah itu. Dia juga mengatakan bahwa aku perlu menyiapkan sejumlah uang untuk diangkat. Hal-hal yang ku ingat adalah bagaimana dia mencoba memberikan fakta-fakta tentang pentingnya orang dalam untuk bekerja di pemerintahan. 

Hingga kemudian, aku lolos tahap pertama dengan usahaku sendiri. Tidak ada sogok menyogok, tidak ada orang dalam yang menyokongku. Semua atas hasil kerja kerasku sendiri. Dia sedikit tertegun dan hanya memberikan ucapan selamat sederhana. Tidak seperti yang ku harapkan. Aku selalu ingin pasanganku dapat ikut berbangga atas pencapaian yang ku dapat. Sayangnya, aku tidak bisa mendapatkan hal semacam itu darinya. 

Namun, ketika aku pesimis terkadang ia meyakinkanku bahwa aku pasti akan melewati ujian pegawai negeri sipil dengan baik dan lolos sampai akhir. Ia sangat yakin bahwa aku pasti bisa ketika aku tidak percaya diri. Hal kecil seperti itu yang selalu membuatku jatuh cinta terhadapnya terlepas bagaimana perlakuannya.

Alur ceritanya akan aku percepat sampai aku sudah resign dari pekerjaan lamaku di Surabaya Februari 2019. Aku kembali tinggal di rumahku Banyuwangi. Aku menganggur sangat lama untuk menunggu tes selanjutnya hingga aku dipanggil untuk bekerja di Puskesmas perbatasan antara Jember dan Banyuwangi sebagai tenaga kontrak pada pertengahan tahun 2020. Lalu  mendekati akhir tahun aku harus mengurus sesuatu di Surabaya dan momentum ini tidak ingin ku sia-siakan. Aku bertemu kembali dengan laki-laki ini. Sampai saat aku akan kembali ke Banyuwangi, dia tiba-tiba ingin aku berhenti dan mundur dari seleksi pegawai negeri yang aku ikuti. Dia ingin aku di Surabaya. Aku masih diam. Aku hanya sesekali menimpali kalau sebelumnya kita berdua sudah sepakat. Aku tidak mengerti kenapa dia harus membawa masalah itu lagi. Dia bilang, dia tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. 

Aku adalah orang yang mudah putus asa. Selama 5 tahun hubungan kami, aku selalu mencoba untuk putus. Percobaan pertama dan kedua kali adalah kesungguhan. Percobaan untuk putus selanjutnya adalah ancaman. Bahwa sejujurnya akan sangat menyulitkan bagiku untuk berpisah darinya. Aku tahu aku akan benar-benar jatuh sangat jauh ke dalam rasa perih yang entah bagaimana akan sembuh. 

Aku selalu mencoba membuatnya untuk pergi. Namun, dia selalu marah dan mengatakan padaku untuk tidak pernah menyerah dengan hubungan ini. Dia mengatakan bahwa sampai kapanpun dia tidak akan pergi. Itu yang selalu dia katakan. Betapa... Omong kosongnya ucapan manusia. 😅

Tapi perpisahan kami lebih buruk dari itu. Dia datang dan pergi semaunya pada akhir-akhir hubungan kami. Dia sulit dihubungi dan datangnya masalah yang menyangkut pinjaman online semakin memperburuk situasi. Dia mengatakan bahwa ada masalah dengan akun pinjaman onlinenya. Dia tidak merasa meminjam uang namun di aplikasi itu dia ditagih uang yang nominalnya aku tidak tahu. Di akhir hubungan kami, dia benar-benar menghilang. Tidak mengangkat telponku. Tidak membalas chat Whatsapp. Tidak ada kabar sama sekali. Bahkan ucapan selamat tinggal. 

Suatu sore, ada orang asing yang menelepon ku untuk menagih sejumlah uang atas nama laki-laki itu. Namaku disana tercatat sebagai istrinya. Aku sangat... merasa konyol dengan situasi itu. 

Aku benar-benar seperti orang bodoh yang berkali-kali direndahkan oleh orang yang sama. 

Jumat, 29 Oktober 2021

Selama 5 Tahun Itu...

Aku sampai pada titik ini untuk dapat membicarakan mengenai relasi beracunku. Nama kerennya sih, toxic relationship. Ada banyak hal yang bisa didiskusikan mengenai relasi yang beracun ini. Tapi, semua hal buruk selalu berawal dari mana kau berasal. Bukankah begitu?

Aku lahir dan tumbuh di dalam keluarga yang tidak sempurna. Hubungan putri dan ayahnya yang sangat buruk. Aku hampir lupa bagaimana dan kapan memori hangat antara aku dan bapak pernah terjadi. Aku hanya ingat saat aku dipaksa belajar menghafal perkalian hingga malam, saat aku benar-benar lelah dan mengantuk. Kala itu ketika aku masih di bangku SD. Aku pernah dipukul hanya karena tidak mau sholat jamaah maghrib. Aku pernah digampar hanya karena memecahkan piring saat aku hampir terpeleset dan lantai yang basah karena genteng yang bocor kala musim hujan. 

Aku selalu berpikir bahwa pilihannya nanti ada dua, entah aku yang tidak akan pernah menikah dan aku harus menikah dengan laki-laki yang jauh lebih baik dari bapak. Semua pengalaman masa kecil masih tergambar jelas dan membuatku sakit. Itulah alasan aku tidak pernah bisa mendefinisikan harga diriku. Apakah benar aku berharga? Pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku. 

Aku bertemu laki-laki itu dengan ekspektasi yang sangat baik. Harusnya aku berhenti melanjutkan hubungan itu saat aku tahu dia membohongi dua perempuan. Aku dan seorang perempuan yang masih menyayanginya. Hingga kemudian aku membohongi diriku sendiri bahwa laki-laki itu "baik" bagiku. 

Aku belum pernah bertemu laki-laki yang dapat mendengarkan omong kosongku dengan sangat baik. Aku seperti memanipulasi diriku sendiri bahwa laki-laki ini dapat menjadi pendengar yang baik. Ketika aku sekarang mengingat semuanya lebih jelas, itu semua benar-benar sebuah kebohongan yang diciptakan otakku terhadapku. Semua selalu tentang dia dan semua hal yang dia sukai. Semua hal selalu tentang game, otomotif, prank youtube yang tidak lucu, keluarganya, dan lain sebagainya. Entah kenapa dulu aku bisa tertawa bersamanya. Tentu saja karena dulu aku pernah sangat mencintainya. Lebih daripada diriku sendiri. 

Aku tidak punya apa-apa untuk diserahkan untuknya. Bahkan harga diriku. 

Hurt people hurt people. Kata-kata ini terngiang-ngiang di telingaku. Sejauh aku mengingat setiap kali kami bertengkar. Kami selalu memastikan untuk bisa menyakiti satu sama lain. Pernah suatu kali aku benar-benar ketakutan karena dia marah-marah saat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan yang di luar batas wajar. Aku menangis dan memohon. Hari-hari selanjutnya aku hanya ingat aku juga lama kelamaan selalu ingin mengebut. Hari-hari selanjutnya aku hanya ingat bagaimana aku ingin mengakhiri hidupku ketika bersamanya. Aku masih saja menganggap hubungan ini "baik-baik saja". 

Ada satu masa dia sangat suportif dan mendukung impianku. Kemudian ada satu masa dimana dia mematahkan semua harapan dan menyalahkanku atas semua hal buruk. Dia meyakinkanku bahwa aku tidak cukup baik. Aku menjadi yakin bahwa aku benar-benar sangat buruk akan apapun. Aku menjadi sangat ketakutan bertemu orang baru. Aku berpikir mungkin aku hanya dampak buruk. 

Toxic relationship akan membentukmu menjadi sosok lain yang benar-benar baru dan asing. Aku masih ingat hari-hari yang ku habiskan untuk bertanya kepada diriku sendiri, aku dulu orang yang seperti apa. Mengapa aku sangat berubah menjadi orang yang benar-benar tidak aku kenali. 

Semua orang menyalahkanku atas pilihanku. Semua orang tiba-tiba menjauh. Entah aku saja yang menjadi apatis terhadap orang-orang di sekitarku. Tidak ada yang bertanya apakah aku baik-baik saja. Aku semakin akrab dengan ruang gelap dan sempit. Aku hanya ingin orang-orang yang aku sayang mengerti betapa hancurnya aku. Terlepas betapa buruknya orang itu, kami berdua juga pernah memiliki hari-hari terbaik. Aku sadar aku harus pergi untuk kebaikan diriku sendiri saat aku melihat diriku sendiri di cermin. Aku sadar bahwa aku terlalu malu melihat pantulan diriku sendiri. Aku sadar betapa kacaunya aku. 

Siapapun kalian yang membaca ini, apabila kalian memiliki hal yang sama seperti yang ku rasakan... Ketahuilah... Kalian pantas untuk bersedih, juga pantas untuk mendapatkan cinta terbaik yang pernah ada di seluruh semesta karena kalian adalah orang-orang istimewa. Kalian sudah cukup baik. Maka teruslah menjadi orang yang selalu berusaha lebih baik. ❤ 

Jumat, 22 Oktober 2021

Ini Aku (Yang Baru)

 Hai, 

Sudah sangat lama tidak menyapa blog ku dengan hati yang ringan dan lebih jernih dalam berpikir. Banyak hal sudah terjadi dan Allah SWT memberikan banyak kebaikan dalam hidupku hingga aku berada di moment dimana aku bisa menikmati hujan dan lagu kesukaanku. Moment sederhana dan biasa saja tapi sangat menenangkan dan menghiburku. Tidak ada siapapun yang menemaniku saat ini. Hanya diriku sendiri duduk di depan laptop baru yang ku putuskan untuk ku beli karena memang sedang butuh. Semua dengan pertimbangan dan konsekuensi yang aku tanggung sendiri. Agak menyebalkan menjadi dewasa, karena pengelolaan uang yang buruk dan kebiasaan konsumtif akhirnya membuatku harus menyicil. 

Bagaimana kabar kalian? Apakah ada yang berbeda dari hari-hari kalian? Apa kalian sedih hari ini? Apakah ada hal yang membuat kalian tersenyum senang dengan hati yang hangat? Aku ingin tahu. 

Jujur saja akhir-akhir ini aku ingin bisa menangis. Setiap kali aku merasa sangat malu atas diriku sendiri. Aku merasa sesak dan ingin sekali menangis. Entah kenapa, tidak ada air mata menetes. Hal itu membuatku semakin terpuruk dan susah tidur. Aneh sekali. 

Masa lalu yang begitu kelam. Aku hampir mengingat betapa seringnya aku menangis. Rasanya aku sudah menghabiskan stok air mata ku di masa lalu hingga tidak ada yang bisa membuatku menangis lagi sekarang. Aku pernah mendengar ungkapan bahwa orang yang jarang menangis justru adalah orang yang lemah. Entah aku harus setuju atau tidak. Nyatanya aku sangat ingin menangisi beberapa hal. Meskipun rasa sakitnya tidak se-traumatis dulu. 

Apa aku sudah mengatakan bahwa aku sangat bersyukur atas diriku sekarang. Aku benar-benar seperti manusia yang terlahir kembali. Aku berkali-kali mengatakan kepada diriku sendiri bagaimana Allah SWT sudah menyelamatkan dari kelamnya masa laluku. Hanya Dia Satu-Satunya Zat yang meloloskanku dari lingkaran setan yang seperti tidak ada ujungnya. 

Aku akan terus memperjuangkan diriku sendiri. Aku akan berusaha mendedikasikan hidupku untuk belajar bahagia. Karena aku percaya orang yang bahagia akan dirinya sendiri akan mampu memperlakukan oranglain lebih baik lagi. Sudah terlalu banyak orang yang ku sakiti karena aku yang tidak bisa berdamai dengan diriku sendiri. Aku ingin mencintai orang lain dengan lebih baik lagi.  

Semoga kalian yang membaca ini juga menemukan cara untuk mencintai diri kalian sendiri. ❤

Rabu, 02 Juni 2021

Menyelamatkanmu Dariku

Aku, manusia egois yang kau ajak berkenalan di siang bolong saat hatiku memang sedang kosong. Kamu datang dengan sangat ramah dan wajah rupawan. Mendekatiku, seorang perempuan yang menakutkan. Menyembunyikan setiap kekotoran masa lalunya untuk dirinya sendiri 

Kamu dan kesedihan hidupmu. Membuatku terenyuh dan tak tega. Aku tiba-tiba ingin menjadi seseorang yang mampu menghapus luka dan tangismu. Tanpa sadar, tanpa melihat bahwa lukaku juga belum sepenuhnya sembuh. 

Akupun masih bermimpi setiap malam tentang semua kenangan menyakitkan bersamanya yang lain. Setelah tahun-tahun panjang dan perpisahan yang begitu menyakitkan. Aku masih kerap memikirkan dia. Bukan kamu. Diam-diam tanpa kamu tahu. Aku sedang berbohong dengan lihainya. Menyembunyikan luka. 

Kamu, laki-laki baik yang aku temui. Ditempa dengan begitu keras oleh kehidupan. Aku hanya seonggok barang rongsok yang tidak berharga. Mencoba mencari arti dari setiap takdir yang Tuhan rencanakan terhadapku. Kenapa harus datang sekarang? 

Maka, pergilah. Dengan segala upayamu. Temukanlah. Tolong. Bahagialah. 

Mengertilah, aku sedang menyelamatkanmu... 
Dariku... 
Clouds